I  

Pastikan Independensi Tim Dokter

MAKASSAR--Seluruh bakal pasangan calon Kepala Daerah untuk Pilkada di empat Kabupaten di Sulawesi Barat mengikuti sosialisasi pemeriksaan kesehatan yang digelar tim dokter Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Makassar,Wahidin Sudirohusodo, Kamis malam, 10 September 2020.

Sosialisasi tersebut dimanfaatkan oleh tim dokter dari Rumah Sakit untuk memaparkan setiap materi dan hal-hal teknis lainnya terkait pelaksanaan tes kesehatan. Di momentum yang sama, sampel urine dari masing-masing bakal calon diambil untuk memastikan para bakal calon bebas dari Narkoba.

Dua bakal pasangan calon Kepala Daerah Kabupaten Mamuju hadir pada agenda tersebut. Jauh dari kesan rivalitas, kedua bakal pasangan calon tersebut justru terlihat sangat akrab satu sama lain. Sebelum sosialisasi dimulai, beberapa kali kedua bakal pasangan calon Kepala Daerah itu terlibat pembicaraan, diselingi canda tawa.

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang didaulat untuk mewakili KPU Provinsi Sulawesi Barat pada sosialisasi tersebut. Ia duduk di podium utama, bersama Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo dan Kepala BNN Sulawesi Barat.

"Sekitar pukul 7.00 akan dilaksanakan pemeriksaan kesehatan jasmani. Semua rangkaian pemeriksaan kesehatan itu hasilnya akan diserahkan langsung ke KPU Kabupaten dan masing-masing Paslon pada tanggal 12 Septmeber 2020," ucap Hamdan Dangkang.

Hamdan menegaskan, KPU belum bisa berkomentar banyak terkait rangkaian pemeriksaan kesahat yang tengah dijalani oleh para bakal pasangan calon Kepala Daerah itu.

"Untuk saat ini, rangkaian pemeriksaan kesehatan itu masih jadi gawean tim kesehatan dari pihak rumah sakit, IDI, Himpsi dan BNN," pungkas Hamdan Dangkang.

Tim dokter dari Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo memberi garansi akan kualitas dari hasil pemeriksaan kesehatan yang diikuti oleh para bakal calon. Direktur Utama Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Wahidin Sudirohusodo, Dr. dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, M. Kes menjamin, segala proses pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tim dokter bebas dari intervensi apapun, dari manapun.

"Status kesehatan itu harus dinyatakan oleh tim yang kompeten dan memiliki kredibilitas yang tinggi di bidangnya masing-masing. Pelaksanaannya dilakukan tim yang independen dan harus melalui kriteria yang telah ditentukan oleh PB IDI," ucap dr. Khalid Saleh.

Lebih jauh, ia menguraikan, Kepala Daerah adalah warga negara pilihan yang mekiliki tanggungjawab besar. Sehingga diperlukan kondisi kesehatan yang baik, jasmani dan rohani. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk memastikan ada atau tidaknya kemungkinan disabilitas yang memungkinkan pejabat terganggu dalam menjalankan aktivitasnya.

"Tidak harus bebas dari penyakit. Setidaknya mereka harus dapat melakukan kegiatan fisik sehari-hari tanpa hambatan dalam lima tahun ke depan. Kesehatan jiwa yang sehat dalam menganalisis kebijakan termasuk dalam eksekusinya," sambung dia.

Apapun hasil dari pemeriksaan kesehatan itu, selanjutnya akan diserahkan ke masing-masing bakal pasangan calon Kepala Daerah, serta ke masing-masing KPU.

"Untuk dijadikan pertimbangan dalam mengambil keputusan," pungkas Dr. dr. Khalid Saleh, Sp.PD-KKV, FINASIM, M. Kes. (*)

Sekretaris KPU Mamuju, Rosmawati  Rusdin, berikut sejumlah staf sekretariat KPU Mamuju turut hadir pada agenda tersebut. Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin juga menghadiri sosialisasi pemeriksaan kesehatan yang berlangsung sekira dua jam itu. (*)