I  

Pilkada Mamuju Dibiayai Rp 26 Miliar

Ilustrasi.


MAMUJU--Pemerintah kabupaten Mamuju dan KPU akhirnya bersepakat soal besaran anggaran pelaksanaan Pemuilukada tahun 2020. Rp 26 Miliar jadi nilai yang sama-sama diiyakan baik oleh pemerintah daerah, maupun KPU Mamuju.

Rp. 26 Miliar sesungguhnya tak sesuai dengan apa yang diusulkan KPU Mamuju dalam draft permohonan penganggaran Pemilukada yang sebelumnya dimasukkan. Angka yang disepakati di atas nyatanya berkurang Rp. 13 Miliar, sebelumnya KPU Mamuju mengusulkan anggaran senilai Rp. 39 Miliar untuk membiayai pelaksanaan Pemilukada Mamuju yang tahapannya sudah resmi bakal bergulir tahun 2019 ini.

Meski begitu, KPU Mamuju tetap optimis, pelaksanaan Pemilukada Mamuju bakal terselenggaran dengan ideal, meski faktanya pemerintah kabupaten menyanggupi Rp. 26 Miliar untuk biayai agenda lima tahunan tersebut.

"Kami tetap optimis. Meski anggaran yang disepakati jauh dari apa yang kita ajukan, namun kami berkomitmen untuk menggunakan anggaran tersebut seefektif efisien mungkin," ujar ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang, Jumat, 2 Agustus 2019.

Komisioner KPU Mamuju divisi perencanaan, data dan informasi, Hasdaris menambahkan, pihaknya sangat memahami kondisi keuangan daerah di kabupaten Mamuju. Atas alasan itu, Rp. 26 Miliar di atas, kata Hasdaris, akan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menutupi pembiayaan sejumlah rangkaian tahapan kegiatan Pemilukada tahun 2020.

"Kami sangat memahami akan keterbatasan anggaran di Pemda. Ada banyak kegiatan, utamanya infrastruktur yang mesti dibiayai pemerintah," ujar Hasdaris, mantan aktivis HmI itu.

Hasdaris pun optimis, dengan Rp. 26 Miliar tersebut, pelaksanaan Pemilukada di Mamuju tetap akan berjalan lancar.

"Kami tentu berharap, masyarakat Mamuju benar-benar menjadikan momentum Pilkada Mamuju nanti sebagai ajang untuk memilih pemimpin di Mamuju yang benar-benar ideal. Sayang sekali jika Pilkada yang menelan anggaran daerah dengan jumlah yang  besar itu dilewatkan begitu saja," tutup Hasdaris. (*)