I  

Tanggapan Masyarakat Tetap Diterima Bahkan Jika PPK Mulai Bekerja

Para Calon Anggota PPK untuk Pilkada Mamuju Saat Mengikuti Tes Tertulis


MAMUJU--KPU benar-benar menginginkan kualitas dan integritas Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) untuk Pilkada tahun 2020 yang benar-benar jempolan.

Selain dengan menerapkan mekanisme rekrutmen yang cukup ketat, publik pun diberi ruang yang cukup lapang dalam memberikan tanggapannya terkait nama-nama yang para calon PPK tersebut.

Komisioner KPU Mamuju divisi hukum dan pengawasan, Hasdaris menjelasakan, pihaknya tetap membuka ruang tanggapan publik itu bahkan jika PPK itu mulai bekerja.

"Kalau pun ada tanggapan dari masyarakat itu kita terima pasca PPK itu sudah dilantik, kami pun punya mekanismenya. Selama tanggapan itu memenuhi kriteria, misalnya ada bukti berupa foto, atau jejak digital lainnya bahwa PPK yang bersangkutan sedang atau pernah menjadi anggota Parpol atau tim sukses lima tahun terakhir, itu tetap kita proses," tegas Hasdaris di sela-sela kesibukannya di sekretariat KPU Mamuju, Rabu (5/02).

Hal yang juga mesti diperhatikan oleh masyarakat dalam memasukkan tanggapannya, kata Hasdaris, ialah wajib untuk memasukkan identitas yang jelas.

"Kami tidak terima surat kaleng," sambung Hadaris.

Saat ini, seleksi calon anggota PPK untuk Pilkada Mamuju baru saja menuntaskan tahap pemeriksaan hasil tes tertulis. Jika tak ada aral melintang, nama-nama yang dinyatakan lulus tes tertulis akan diumumkan pada tanggal 6 Februari 2020 sampai 8 Februari 2020.

Berdasarkan pengumuman KPU Mamuju terkait seleksi calon anggota PPK Pilkada tahun 2020, tanggapan masyarakat untuk PPK itu dibuka dalam dua tahap. Tahap pertama dibuka selama sembilan hari, dari pengumuman hasil seleksi administrasi sampai selesai pengumuman hasil seleksi tertulis, 31 Januari 2020 sampai 8 Februari 2020.

Kemudian tahap kedua yang dibuka selama tujuh hari; 15 Februari 2020 sampai 21 Februari 2020.

"PPK itu kan juga terikat sama kode etik. Jadi kalau misalnya ada PPK kita yang terbukti melanggar kode etik itu, kita punya mekanismenya. Jadi tetap kami buka ruang untuk setiap tanggapan yang masuk," pungkas Hasdaris.