I  

Sengketa Perselisihan Hasil Pilkada Mamuju Mulai Disidangkan, Hamdan: Semua Alat Bukti Kami Bawa

Ketua KPU Mamuju, Hamdan Dangkang


JAKARTA--Mahkamah Konstitusi (MK) telah memulai proses persidangan sengketa perselisihan hasil Pilkada Mamuju tahun 2020 pada Jumat, 29 Januari 2021. Pasangan Habsi Wahid-Irwan Pababari jadi pihak pemohon, sementara KPU Mamuju didudukkan di posisi termohon dalam perkara bermomor 122/PHP.BUP-XIX/2021 itu.

Agenda sidang pada hari itu ialah pemeriksaan pendahuluan.

Lima Komisioner KPU Mamuju hadir pada sidang tersebut. Hamdan Dangkang, Ketua KPU Mamuju menjelaskan, seluruh alat bukti untuk perkara perselisihan hasil Pilkada Mamuju telah dibawa ke Jakarta.

Ia pun menggaransi, musibah gempa bumi yang mengguncang Kabupaten Majene dan Mamuju dua pekan lalu tak mengganggu kesiapan KPU dalam menghadapi perkara itu.

"Saya kira tidak begitu mengganggu. Sebab, semua alat bukti yang diperlukan itu telah kami amankan dan kami bawa ke Jakarta," ucap Hamdan Dangkang.

Menurut Hamdan, MK baru akan menggelar sidang kedua untuk perkara perselisihan hasil Pilkada Mamuju pada 4 Februaru 2021 mendatang.

"Untuk sidang kedua nanti itu akan mengagendakan mendengar keterangan jawaban Termohon dan Bawaslu," sambung dia.

Berkantor di Tenda

Musibah gempa bumi memang tak sampai merubuhkan sekretariat KPU Mamuju. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, untuk sementara waktu aktivitas di sekretariat KPU Mamuju dilakukan di tenda darurat yanng terpasang di halaman sekretariat KPU Mamuju.

"Ia, sementara ini kami berkantor di tenda darurat dulu," ucap Hamdan.

Aktivitas sekretariat tetap akan dilakukan di tenda darurat hingga keadaan jauh lebih kondusif.

"Kami belum tahu mau sampai kapan. Yah paling tidak sampai ada pengumuman resmi dari BMKG," pungkas Hamdan Dangkang. (*)